Karhutla di Jambi Mendapat Perhatian Serius Pemerintah Pusat

Gubernur Jambi , Ketua DPRD Provinsi Jambi, Kapolda Jambi, Komandan Korem 042 Gapu Jambi dan Kejati Jambi saat rapat daring dengan Presiden RI, membahas soal Karhutla di Jambi  : foto kominfo 
 

JAMBI - Berdasarkan Pantauan Satelit Terra-Aqua dan NOAA-20, hingga akhir Agustus 2026 hotspot di Jambi menembus angka 3.623.


Sedangkan cacatan BPBD Provinsi Jambi, kawasan hutan dan lahan yang terbakar di Jambi sejak 1 Januari hingga 23 Agustus 2026 berjumlah 658, 28 hektar. 


Kondisi ini mendapat perhatian serius Pemerintah Pusat, sehingga Presiden Prabowo menggelar pertemuan daring (Zoom Meeting) dengan Gubernur Jambi Al Haris, di Makorem 042 Gapu Jambi, di Jalan Urip Sumomarjo, Telanaipura, Kota Jambi, Senin (24/8/2026). 


Saat itu Gubernur Jambi didampingi Ketua DPRD Provinsi Jambi, Muhammad Hafis, Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno Halomoan Siregar, Komandan Korem 042 Garuda Putih Jambi, Brigjen Infantri, Nyamin dan Kejati Jambi, Sugeng Hariadi.


Pertemuan daring tersebut membahas tentang upaya pencegahan meluasnya karhutla, cara penanggulangan kawasan hutan yang terbakar, serta memberikan bantuan peralatan yang dibutuhkan. 


Gubernur Jambi Al Haris mengatakan sejauh ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi khususnya Satuan Tugas (Satgas) Karhutla terus berupaya melakukan pemadaman api dan penanggulangan kawasan hutan yang terbakar di Provinsi Jambi. 


Adapun sejumlah daerah yang menjadi kawasan rawan karhutla meliputi Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabar), Tanjabtim, Kabupaten Muaro Jambi, Merangin, Tebo dan Kabupaten Bungo.   


Sedangkan upaya yang dilakukan Polda Jambi selain "membantu" memadamkan api ialah mengambil langkah penegakan hukum terhadap pelaku karhutla di Provinsi Jambi. 


Informasi yang didapat dari Bagian Humas Polda Jambi, saat ini ada 7 perkara dan 8 tersangka karhutla yang tengah ditangani Polda Jambi. (rizal ependi)

MIGAS
close
BREAKING NEWS
Loading berita terbaru...
Logo PWI
Logo PWI2