![]() |
| Sumur warga Muarojambi. Foto ref MUAROJAMBI - Sebagian warga Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi saat ini mulai kesulitan mendapatkan air bersih. Hal ini disebabkan karena air sumur gali yang selama ini menjadi sumber air bersih untuk kebutuhan warga sudah mulai mengering. Suhaimi (32) warga yang tinggal di Desa Talang Belido mengatakan, saat ini untuk kebutuhan air minum mereka beli air kemasan isi ulang, sedangkan untuk kebutuhan MCK (Mandi Cuci Kakus) masih menggunakan air sumur dan membeli air dari penjual air sumur bor. "Terkadang kalau untuk mandi kita beli juga dari penjual air yang pakai mobil. Satu jerigen besar seukuran dua kali drum minyak tanah kita beli dengan harga Rp 30 hingga Rp 45 ribu," kata Suhaimi, Selasa (4/8/2026). Selama ini kata Suhaimi, untuk memenuhi kebutuhan air bersih, dia dan kelaurga menggunakan air sumur gali di rumahnya. Namun karena sudah lama tidak turun hujan, volume air sumur telah berkurang dan berwarna kekuningan. "Air sumur tidak bisa lagi diminum, untuk mencuci pakaian saja kita takut warna pakaian jadi berubah kekuningan", tambahnya. Senada dengan Suhaimi, Alamsyah (23) juga mengatakan hal yang sama. Menurutnya, kondosi seperti ini telah biasa, sebab setiap musim kemarau volume air sumur memang berkurang, kecuali kalau sumur bor. "Kami tetap berusaha untuk mendapatkan air, terkadang membeli, ada juga yang numpang menyalukan air dari sumur bor tetangga," ujarnya. Kalau masalah ledeng (air bersih dari PDAM/red) hingga saat ini belum sampai ke wilayah tersebut. Warga mengharapkan pihak terkait untuk segera membangun fasiltas air bersih seperti yang ada di Kota Jambi. (ref) |
MIGAS


