![]() |
| Mahasiswaa UIN saat unjukrasa di Dinas Pendidikan Kota Jambi . foto / rizal ependi |
Dalam press rilisnya, para mahasiswa mengecam perbuatan oknum kepala sekolah (kepsek) di Kota Jambi yang diduga melakukan pelecehan terhadap oknum guru di lingkungan sekolah. Mahasiswa mendesak pihak terkait untuk mengusut persoalan ini hingga tuntas.
Kemudian mahasiswa mengecam dugaan praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan para guru yang nilainya mencapai Rp 8 juta, serta mengecam perbuatan penyalahgunaan jabatan yang dilakukan oleh oknum kepala sekolah.
Atas dasar itu mahasiswa mendesak Walikota Jambi Maulana untuk mencopot Jabatan Sugiono sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi.
Trus, pengunjukrasa juga meminta pihak kementerian untuk membentuk tim khusus guna melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap tata kelola Dinas Pendidikan Kota Jambi.
Orator pengunjukrasa Arief Hidayatullah dalam orasinya meminta Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, Sugiono untuk menemui mereka.
Tapi sayangnya saat itu sang kepala dinas sedang tidak berada di kantor. Para pendemo kemudian disambut Kepala Bidang (Kabid) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Kota Jambi, Nanang Sunarya.
Karena Nanang mengaku tidak memiliki kewenangan untuk mengambil kebijakan, maka pendemo tidak mau membeberkan seluruh tuntutan mereka.
"Saya hanya Kabid GTK, saya tidak punya kewenangan untuk mengambil kebijakan. Saya hanya menampung aspirasi saja dan nantinya akan saya sampaikan kepada kepala dinas," ujar Nanang kepada pendemo.
Karena belum menemukan titik terang, kemudian mahasiswa kembali berorasi sambil menunggu kedatangan kepala dinas. (rizal ependi)


