Trump : Hamas Sepakat Lucuti Senjata Total, Tentara Israel Akan Hengkang dari Gaza

GAZA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bahwa Hamas telah mencapai kesepakatan dengan Board of Peace (BoP) untuk pelucutan senjata total. Trump mengatakan, langkah selanjutnya adalah penarikan tentara Israel secara bertahap dari Jalur Gaza, Palestina.

Pengumuman Trump, yang disampaikan Kamis waktu Washington, muncul setelah sumber-sumber yang mengetahui pembicaraan yang sedang berlangsung dengan para mediator di Kairo mengatakan kepada AFP bahwa Hamas sedang menuju kesepakatan yang melibatkan pelucutan senjata mereka.

“Hari ini, Board of Peace mencapai kesepakatan BERSEJARAH untuk PELUCUTAN SENJATA SECARA LENGKAP Hamas dan semua kelompok bersenjata lainnya di Gaza. Ini adalah langkah monumental menuju PERDAMAIAN dan KEAMANAN yang langgeng,” tulis Trump di Truth Social, seraya menyatakan bahwa pelucutan senjata akan dilakukan dalam tahap-tahap yang terstruktur dengan cermat.

“Setelah pelucutan senjata selesai, pasukan Israel akan mundur, dan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) akan bekerja sama dengan pasukan polisi Palestina yang baru untuk bertanggung jawab atas keamanan Gaza bagi penduduknya dan tetangganya,” lanjut Trump, yang juga mengucapkan terima kasih kepada para mediator dari Mesir, Qatar, dan Turki. 


Sementara itu, para pejabat senior Hamas mengatakan kepada AFP, Jumat (31/7/2026), bahwa kesepakatan yang dicapai dengan Israel mencakup ketentuan yang membahas senjata kelompok tersebut dan penarikan bertahap pasukan Israel dari Jalur Gaza. 


“Kesepakatan telah tercapai mengenai masalah senjata. Lebih lanjut, kesepakatan telah tercapai mengenai penarikan bertahap (pasukan Israel) dari Jalur Gaza," kata seorang pejabat senior Hamas. 


Belum ada pernyataan langsung dari pihak Israel. Masalah pelucutan senjata Hamas yang pelik telah menjadi salah satu poin penting dalam kemajuan kesepakatan gencatan senjata yang telah berlaku antara Israel dan kelompok perlawanan Palestina tersebut sejak Oktober lalu.

Meskipun ada gencatan senjata, kekerasan terus berlanjut di Gaza, di mana serangan Israel menewaskan sedikitnya empat orang termasuk dua anak pada hari Kamis. 


Kairo akan segera menjadi tuan rumah pertemuan para mediator gencatan senjata Gaza, yang juga termasuk Amerika Serikat, Qatar, dan Turki. Demikian dilaporkan oleh kantor berita Al-Qahera yang berafiliasi dengan pemerintah Mesir pada Jumat pagi.

Kantor berita tersebut tidak menyebutkan kapan pertemuan itu akan berlangsung, tetapi mengatakan bahwa pertemuan itu akan membahas implementasi fase kedua dari rencana gencatan senjata Gaza, sebuah peta jalan yang telah disepakati oleh Hamas dan faksi-faksi Palestina. Berdasarkan rencana perdamaian 20 poin Trump untuk Gaza, fase kedua gencatan senjata tersebut seharusnya melibatkan pelucutan senjata Hamas dan penarikan bertahap pasukan Israel dari wilayah tersebut. Rencana tersebut juga mengatur pembentukan kelompok teknokrat Palestina, Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (NCAG), untuk mengambil alih pemerintahan sehari-hari selama fase transisi Gaza keluar dari perang.

"Tidak Ada Pengecualian" Sebelumnya, sebuah sumber diplomatik mengatakan kepada AFP: “Kami terus memajukan peta jalan implementasi yang menawarkan jalur yang seimbang dan pragmatis ke depan, dengan semua senjata dilucuti dan transisi tanggung jawab secara bertahap dilakukan untuk menyerahkan wewenang penuh kepada pemerintah teknokrat.


”Sumber tersebut, yang berbicara dengan syarat anonim karena tidak berwenang untuk berbicara secara terbuka tentang masalah ini, mengatakan: "Tidak akan ada pengecualian untuk senjata tertentu atau orang tertentu. Satu otoritas, satu hukum, satu senjata."

“Semua senjata, berat dan ringan, akan berada di bawah kendali penuh NCAG dalam koordinasi dan dengan dukungan ISF,” imbuh sumber itu. Sumber tersebut mengatakan mekanisme verifikasi akan memastikan kepatuhan oleh masing-masing pihak.

Seorang sumber Hamas yang mengetahui perundingan tersebut mengatakan kepada AFP sebelumnya bahwa kelompoknya sedang menunggu respons Israel. “Sehubungan dengan amandemen yang baru-baru ini kami ajukan kepada para mediator," katanya. 


Sumber tersebut mengatakan bahwa amandemen tersebut menyangkut dua pasal dalam peta jalan yang dipresentasikan oleh Board of Peace. Mengenai pasal tentang senjata, sumber Hamas mengatakan, “Beberapa poin telah dihapus, dan alternatif telah diusulkan.


" Seorang sumber politik Israel sebelumnya mengatakan kepada AFP bahwa kesepakatan yang diusulkan tidak memuaskan dalam memenuhi tuntutan Israel. “Israel menuntut pelucutan senjata Hamas secara menyeluruh, termasuk penghapusan senjata dari Gaza dan demiliterisasi penuh Jalur Gaza sebagai prasyarat untuk setiap proses,” kata sumber tersebut. 


Sumber itu juga mengatakan bahwa masalah Gaza sama sekali tidak dibahas dalam pertemuan antara Perdana Menteri Israel Netanyahu dan Trump di Washington minggu ini. (mas)


Dilansir dari : sindo news.com

MIGAS