Ketersediaan BBM Masih Menjadi Ancaman Serius Bagi Nelayan

Kapal nelayan. Foto : Ist

TANJABTIM - Hingga saat ini ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) masih menjadi ancaman serius bagi para nelayan di Kabupaten Tanjungjabung Timur (Tanjabtim) Jambi. 


Karena tanpa ketersediaan BBM yang cukup nelayan tidak bisa pergi melaut untuk mencari ikan. 


"Kadang-kadang ketersediaan BBM ini minim, sehingga menjadi salah satu kendala kami melaut," keluh Mardan (40) nelayan di Muarasabak, Tanjabtim, Kamis (4/6/2026).


Kendala lain yang dapat mempengaruhi aktivitas nelayan menurut Mardan adalah kondisi cuaca yang kurang bersahabat. "Apalagi pas ombak besar, nelayan memilih enggan melaut", tambahnya.


Permasalahan yang dihadapi nelayan ini menjadi salah satu perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi. Pemerintah telah  mengaggendakan pembahasannya dalam rapat Paripurna DPRD.

 

Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani telah memberikan perhatian terhadap para nelayan. Perhatian tersebut dalam bentuk akan diterbitkannya Peraturan Daerah (Perda).


Saat ini baru Rencana Peraturan Daerah (Ranperda) yang tentunya tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Pelaku Usaha Perikanan.


"Dimana pengelolaan perikanan sangat bergantung pada sumber daya ikan yang pemanfaatannya dilakukan para nelayan kecil," kata Sani pada Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jambi dalam rangka penyampaian pendapat Gubernur Jambi terhadap penjelasan Ranperda inisiatif DPRD Provinsi Jambi tahun 2026, Selasa (2/6/2026).


Dia mengakui kalau ketersediaan BBM menjadi salah satu kendala yang dihadapi para nelayan saat ini. Kendala lain masih adanya praktik pencurian ikan dan perubahan iklim yang menyebabkan gelombang besar. (lan)

Diberdayakan oleh Blogger.