Di Jambi Tahun Baru Islam Ditetapkan Sebagai Hari Adat Melayu Provinsi Jambi


JAMBI - Perayaan tahun baru Islam 1 Muharam 1448 Hijrih 2026 Masehi di Jambi ditetapkan sebagai Hari Adat Melayu Provinsi Jambi. 


Penetapan Hari Adat Melayu Jambi bertepatan dengan Tahun Baru Islam tersebut merupakan implementasi dari Surat Keputusan (SK) Gubernur Jambi Nomor 538/KEP/GUB/DISBUDPAR-2.3/2023 tertanggal 20 Juni 2023.

 

SK Gubernur Jambi tersebut merupakan Perubahan dari SK Gubernur Jambi Nomor 312/KEP.GUB/DISBUDPAR-2.3/2022 tentang Penetapan Hari Adat Melayu Jambi.


Panitia Pelaksana Acara Puncak Hari Adat Melayu Jambi 2026 Idham Kholik mengatakan kegiatan ini dimulai sejak 9 -16 Juni 2026.  


Adapun tema acara tersebut diangkat untuk menginspirasi seluruh pengurus adat dan masyarakat agar terus menjadikan nilai-nilai adat Melayu Jambi sebagai pedoman hidup.


"Nilai tersebut sebagaimana termaktub dalam seloko adat Melayu Jambi, yaitu “Adat Bersendikan Syara’, Syara’ Bersendikan Kitabullah, Syara’ Mengatur Adat Memakai", katanya.


Ketua Umum Lembaga Adat Melayu Provinsi Jambi Hasan Basri Agus mengharapkan Perayaan Hari Adat Melayu Jambi jangan sampai hanya menjadi sekadar agenda seremonial tahunan belaka. 


Dia ingin menjadikan momentum tersebut untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga dan melestarikan adat serta budaya Melayu Jambi.


"Jadi adat Melayu Jambi tidak hanya diwujudkan dalam bentuk pakaian adat, gelar kebesaran, maupun berbagai upacara adat, tetapi juga merupakan sistem nilai yang mengajarkan sopan santun, kejujuran, musyawarah, penghormatan kepada orang tua, serta ketaatan kepada ajaran agama", tuturnya.


Sementara itu Gubernur Jambi AL Haris menyebutkan bahwa Hari Adat Melayu Jambi merupakan momentum penting untuk memperkuat identitas, jati diri, serta nilai-nilai budaya yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat Jambi.


Gubernur mengajak seluruh pihak terkait serta masyarakat Jambi untuk tetap melestarikan adat dan bahasa daerah. Sebab bahasa daerah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari identitas budaya masyarakat Melayu Jambi.


Kegiatan ini dihadiri Ketua Umum Adat Melayu Jambi, Hasan Basri Agus, Gubernur Jambi Al Haris dan sejumlah Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) se Provinsi Jambi. 


Kemudian para Bupati, Walikora serta tokoh masyarakat, tokoh agama dan unsur forkompimda di Pemerintah Provinsi Jambi. (*/kominfo)

Diberdayakan oleh Blogger.