Fahcrori Terus Tingkatkan Ketersediaan Daging di Provinsi Jambi
Upsus SIWAB Tingkatkan
Populasi Sapi dan Kesejahteraan Peternak
JAMBITERBIT.COM, JAMBI – Gubernur
Jambi, Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum melalui Dinas Tanaman Pangan Hortikultura
dan Peternakan Provinsi Jambi berusaha untuk meningkatkan ketersediaan daging
di Provinsi Jambi. Fachrori menginginkan agar kian tahun jumlah daging yang
didatangkan dari luar Provinsi Jambi ke Provinsi Jambi kian berkurang, dan
kemampuan Provinsi Jambi untuk memenuhi kebutuhan daging semakin tinggi.
Dengan
upaya tersebut, secara bertahap, tingginya kenaikan harga daging bisa dikurangi
yang juga merupakan bagian dati upaya untuk mengantisipasi tingginya inflasi
harga komoditi pangan terutama pada momen-momen tertentu, seperti pada puasa
Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha. Selain itu, juga bisa membuka lapangan
kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan peternak.
Sebagai upaya mempercepat
peningkatan populasi ternak khususnya sapi, sesuai dengan sasaran kinerja dalam
mencapai Visi dan Misi Jambi TUNTAS 2021, Provinsi Jambi melaksanakan program Upaya
Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus SIWAB).
Program ini secara nasional
telah dicanangkan pada bulan Oktober 2016 lalu. Di Provinsi Jambi Program dan
kegiatan ini telah dimulai sejak tahun 2017, dengan tujuan untuk mempercepat
peningkatan populasi sapi di tingkat peternak.
Program ini merupakan
keberlanjutan dari program Gertak Birahi dan Inseminasi Buatan (GBIB)
sebelumnya, namun lebih komprehensif dengan lebih mengoptimalkan pelayanan
reproduksi kepada sapi-sapi milik peternak.
“Esensi Upsus Siwab diharapkan dapat mengubah
pola pemeliharaan ternak domestik dengan cara mengotimalkan teknologi
Inseminasi Buatan dalam proses reproduksi ternak seperti yang diketahui bahwa
peternak di Provinsi Jambi selama ini masih bersifat tradisional. Untuk itu,
melalui Upsus Siwab diarahkan ke praktik beternak yang menuju ke arah profit
dan menguntungkan bagi peternak,” kata Ir. Ahmad Maushul, Kepala Dinas Tanaman
Pangan Hortikultura dan Peternakan Provinsi Jambi.
Berdasarkan data statistik,
populasi sapi dan kerbau di Provinsi Jambi tercatat sebanyak 204.396 ekor.
Jumlah populasi betina produktif yang berpotensi untuk dijadikan akseptor
sebesar 27,79% dari jumlah populasi yaitu 56.814 ekor. Tahun 2018 Provinsi
Jambi diberikan target akseptor Inseminasi Buatan 15.750 ekor, jumlah
kebuntingan sebanyak 11.895 ekor dan jumlah kelahiran sebanyak 9.996 ekor.
![]() |
| Gubernur Jambi H. Fahcrori Umar. foto humas Provinsi Jambi |
Pencapaian dari target tersebut
sampai akhir Desember 2018, untuk Akseptor telah melebihi jumlah yang
ditargetkan yaitu sebanyak 18.441 ekor atau sebesar 116,89%, realisasi
kebuntingan sebanyak 12.343 ekor atau 102,99% serta realisasi kelahiran
sebanyak 8.315 ekor.
Pencapaian ini terus dipacu dengan
penyusuran petugas ke peternakan-peternakan terhadap ternak-ternak yang bunting
dan lahir, baik melalui Inseminasi Buatan maupun Kawin Alam terutama di
daerah-daerah kantong ternak di Provinsi Jambi, yakni Kabupaten, Bungo, Tebo,
Merangin, Sarolangun dan Batanghari.
"Dalam dua tahun pelaksanaan
program, capaian program Upsus Siwab jika dihitung menurut ekonomi veteriner
sangat berhasil. Hal ini terlihat dari pelayanan Inseminasi Buatan/IB dari
Januari 2017 hingga Desember 2018 telah terealisasi terhadap 32.737 ekor,"
ujar Ahmad Maushul merinci.
Kelahiran pedet yang dilaporkan melaui iSIKHNAS
mencapai 9.702 ekor dengan asumsi angka kematian pedet sekitar 10%, maka
didapat pedet lepas sapih sekitar 8.732 ekor, yang jika dirupiahkan setara
dengan Rp69,85 miliar dengan asumsi harga satu pedet lepas sapih sebesar Rp8
juta per ekor.
Nilai ini sangat besar mengingat investasi program Upsus Siwab
yang berasal dari APBN/APBD pada 2017 dan 2018 hanya sekitar Rp20,5 miliar,
sehingga ada kenaikan nilai tambah di peternak sebesar Rp49,35 miliar atau
sebesar 240% (2,4 kali) dari investasi awal.
Disamping kegiatan Upsus SIWAB,
kegiatan Pencegahan dan Pengendalian Pemotongan Betina Produktif khususnya di
RPH (Rumah Potong Hewan) juga menyumbang penambahan populasi di Provinsi Jambi
khususnya ternak sapi.

