Kebun Karet Beralih Fungsi Menjadi Areal Pemukiman

Salah satu perkebunan karet di Sungaigelam. Foto Jambiterbit.com

JAMBITERBIT.COM, MUAROJAMBI - Kebun karet dan sawit di Kecamatan Sungaigelam, Kabupaten Muarojambi telah banyak yang beralih fungsi menjadi areal pemukiman. Warga di sana menebangi perkebunan tersebut, tanahnya dijual kaplingan untuk digunakan sebagai lokasi pemukiman penduduk.

Faktor utama penyebab warga menjual tanah perkebunan tersebut dari sisi finansial sangat menguntungkan karena nilai jual tinggi. Bayangkan saja, untuk satu tumbuk tanah kebun tersebut (10 x 10 meter) dipatok harga Rp 10 hingga Rp 15 juta, bahkan lebih tergantung lokasi. Untuk satu kapling ada yang ukurannya sampai tiga hingga lima tumbuk.

"Karetnya tak begitu menghasilkan lagi, sudah tua. Sedang di sini sudah ramai", ujar Muryati (49) kepada koran ini, Jumat (2/3/2018).

Warga Kecamatan Sungaigelam ini memiliki kebun karet sekitar 1,5 hektar. Sebelum di kapling lokasi dibersihkan dan kayu karet tua tersebut dijual kepada pengrajin batu - bata dengan harga bervariasi sesuai kesepakatan.

Kayu karet ini dijadikan bahan bakar untuk membakar batu-bata sebelum dipasarkan. Sehingga mereka membutuhkan kayu bakar dalam jumlah besar. "Kadang orang mengambil sendiri ada juga diantar ke tempat", ujarnya.

Hal senada juga dikatakan warga lainnya, bahkan ada perkebunan karet yang telah disulap menjadi pemukiman penduduk dengan dibangun perumahan oleh deplover. "Enaklah cepat ramai, kalau dulu sepi takut keluar", kata warga di sana. (red/kon/jt00).
Diberdayakan oleh Blogger.