Wagub : Komoditi Jambi Harus Dipersiapkan untuk Perdagangan Antar Daerah
![]() |
| Wakil Gubernur Jambi H. Fahcrori Umar ketika berfoto bareng peserta Rakernas APPSI. Foto Humas |
JAMBITERBIT.COM, BANDUNG - Wakil Gubernur (Wagub) Jambi, Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum meyatakan bahwa komoditi-komoditi dari Provinsi Jambi harus dibenahi dan dipersiapkan semaksimal mungkin untuk perdagangan antar daerah. Hal itu disampaikan Wagub dalam sesi wawancara usai mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI), bertempat di Ballroom Trans Luxury Hotel, Kota Bandung Provinsi Jawa Barat, Kamis (22/2/2018).
Raker APPSI diikuti
oleh seluruh gubernur atau wakil gubernur seluruh provinsi se Indonesia.
Rakernas tersebut dibuka oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tjahjo
Kumolo, disandingkan dengan gala dinner pada Rabu (21/2/2018) malam. Kamis (22/2/2018),
dari pagi hingga sisang dilanjutkan dengan sesi panel dengan narasumber dari
Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perhubungan, Kementerian Perindustrian, dan
Kementerian Perdagangan, kemudian sorenya ditutup oleh Presiden Republik Indonesia,
Ir.H.Joko Widodo (Jokowi).
Tema Rakernas APPSI
tersebut adalah “Kerjasama Perdagangan Antar Daerah untuk Penguatan Ekonomi
Nasional.” Dalam Rakernas APPSI ini dilakukan Penandatangan MoU Kerjasama
Perdagangan Antar Daerah, yang ditandatangani oleh gubernur atau wakil gubernur
se Indonesia, termasuk oleh Wakil Gubernur Jambi.
Wagub mengatakan
bahwa seluruh daerah pasti punya komoditi unggulan untuk diperdagangkan,
termasuk Provinsi Jambi dengan berbagai komoditi, diantaranya karet, sawit, pinang,
kopi, kayu manis. Namun, semua komoditi itu harus diolah dan dikelola dengan
baik supaya memiliki kualitas yang baik dan nilai tambah, sehingga kompetitif
untuk diperdagangkan, baik perdagangan dalam negeri maupun perdagangan antar
daerah.
Untuk itu, Wagub
minta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi dan instasi terkait
untuk bersinergi dengan Dinas Perdagangan Kabupaten/Kota se Provinsi Jambi
untuk terus bersama-sama meningkatkan kualitas dan nilai tambah komoditi
Ptovinsi Jambi.
Wagub optimis
komoditi Jambi memiliki saing dalam perdagangan antardaerah, jika pengeloaannya
dilakukan dengan perencanaan program yang baik, sinergi, dan berkesinambungan,
dimana kalau komoditi Jambi diterima dengan baik dalam perdagangan antar
daerah, maka perekonomian daerah Provinsi Jambi akan lebih maju.
Wagub menyampaikan
pesan dari presiden dalam penutupan Rakernas tersebut bahwa daerah harus
semakin mengurangi ketergantuingan kepada Pusat, kemandirian daerah harus
semakin meningkat. Wagub juga menyampaikan bahwa Jokowi sangat menyambut baik
ide peningkatan perdagangan antar daerah.
Asisten Sekda
Bidang Pemerintahan dan Kesra (Asisten I), Setda Provinsi Jambi, H.Apani
Saharudin menambahkan, Rakernas APPSI tersebut mendorong mapping (pemetaan) komoditi yang dimiliki (untuk) dijual dan yang
didatangkan (dibeli) oleh tiap daerah se Indonesia, sebagai langkah untuk
mendorong dan meningkatkan perdagangan antar daerah.
Apani mengemukakan
bahwa presiden sangat mendukung perdagangan antar daerah, dan siap mengeluarkan
regulasi berupa Inpres (Instrukdi Presiden) untuk mendorong realisasi perdagangan
antar daerah.
“Dua hal yang
ditekankan oleh Pak Presiden, bagaimana mendatangkan investasi yang banyak ke
daerah, dan meningkatkan perdagangan antar daerah,” ujar Apani.
Kepala Dinas
Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jambi, Ariansyah
menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jambi telah memiliki mapping antara ketersediaan dan kebutuhan, terutama ada beberapa
komoditas unggulan, termasuk produk yang tersedia. “Ada juga yang tersedia,
artinya yang kita berkecukupan, kemudian ada juga yang kita butuhkan,
kebanyakan bahan olahan dan pangan, cabai, bawang putih dan sebagainya, yang kita
impor dari daerah lain. Jadi kita mapping
untuk kerjasama, mudah-mudahan nanti ketersediaan bisa kita distribusikan bagi
daerah-daerah sekitar,” ungkap Ariansyah.
Ariansyah
menerangkan, komoditi yang dimiliki Jambi diantaranya karet,kelapa sawit,
pinang, kelapa dalam, kayu manis, kerajinan, ada juga produk unggulan yakni kopi. “Selain komoditas, kita juga ada produk
unggulan yang akan kita barter dengan daerah lain, sehingga kita tidak perlu impor,
karena kita sudah mengetahui mana kelebihan kita mana kekurangan kita,” tambah
Ariansyah.
Selanjutnya,
Ariansyah mengatakan bahwa MoU yang sudah ditandatangani dalam Rakernas APPSI
tersebut akan ditindaklanjuti dengan MoA antar kadis-kadis perdagangan, dengan
legalitas Pusatnya Inpres.
Dalam Pembukaan
APPSI, Rabu (21/2), Menteri Dalam Negeri Ri, Tjahjo Kumolo pada intinya
menegaskan bahwa Pemerintah Pusat siap mendukung perdagangan antar daaerah dan
sangat mengapresiasi gagasan yang dihasilkan oleh APPSI.
Dalam sesi panel, Plt.
Sekjen Kementerian Dalam Negeri, Ari Prabowo menyampaikan, perdagangan antar
daerah akan meningkatkan kerjasama antar daerah dan meperkuat NKRI.
Staf Khusus Menteri
Perhubungan Bidang Ekonomi dan Investasi Transportasi, Prof. Wihana Kirana
Jaya, Ph.D menyampaikan materi dengan judul “Menemukan Format Perdagangan Antar
Daerah untuk Memperkuat Ekonomi Nasional.” Wihana mengatakan, Kementerian
Perhubungan mendukung perdagangan antar daerah melalui peningkatan
konektivitas, terutama perhubungan laut dan udara, yakni revitalisasi atau
memperbaiki pelabuhan, juga penghembangan bandara. Selain itu, lanjur Wihana,
kementerian Perhubungan juga mendorong penurunan biaya logistik dan percepatan dwelling time (waktu bongkar muat) di
pelabuhan.
Perwakilan dari
Kementerian Peerindustrian menyampaikan, Kementerian Perindustrian terus
melakukan pengaebangan kawasan-kawasan industri, termasuk pengembangan SIKIM
(Sentra Industri Kecil dan Menengah) dan
mendorong hilirisasi komoditi. Selain itu, perdagangan antar daerah
sangat penting disinergikan, karena bisa saja industri di satu daerah tapi
bahan bakunya di daerah lain. (red/hms/Mustar)
