Hujan Abu Erupsi Gunung Marapi Masih Terjadi, 5 Korban Meninggal Teridentifikasi

 

Foto : Ist

JAKARTA -  Jumlah korban meninggal dunia akibat erupsi Gunung Marapi du Sumatera Barat bertambah, Selasa 5 Desember 2023.

Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, mencatat korban meninggal menjadi 22 orang. 

Menurutnya, pada Senin, 4 Desember 2023 malam, ditemukan lima orang yang menambah jumlah angka kematian karena erupsi gunung Marapi.

Merujuk informasi dari bnpb.go.id, pada hari itu lima korban tewas erupsi gunung Marapi tersebut sudah dapat diidentifikasi dan segera diserahkan kepada keluarga.

Bambang Wasito, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat, juga memberikan detail akan kondisi gunung Marapi saat ini.

“Sampai hari ini (Selasa, 05 Desember 2023) masih ada hujan abu,” jelas Bambang.

Bambang menjelaskan bahwa kondisi sekitar masih terdampak hujan abu vulkanik, terutama di empat kecamatan yang paling terdampak. Sehingga tidak bisa dikunjungi.

Ia juga mengimbau warga untuk membatasi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker.

Demi kelancaran evakuasi dan keamanan, Pemkab Agam dan Pemerintah provinsi Sumatera barat pun menyiagakan pusat kesehatan untuk warga.

Hal ini juga karena level aktivitas gunung Marapi masih berada pada level II atau waspada. Jadi, aktivitas dibatasi untuk tidak melebihi radius 3 km dari puncak kawah.

Terlepas dari pembatasan aktivitas warga, upaya pencarian dan pertolongan masih berlangsung.

Informasi dari Abdul Malik menjelaskan bahwa dari 22 korban, lima orang sudah ditemukan, delapan orang dalam proses evakuasi, dan sembilang orang meninggal dalam proses evakuasi.

Saat ini tercatat bahwa dari 75 pendaki yang sudah terlapor, masih ada 40 yang sudah berhasil turun. 12 orang dari mereka yang terluka sudah dilarikan ke RSUD dr. Achmad Mochtar.

Sedangkan 18 korban yang masih dalam pencarian masih diupayakan pertolongan terbaiknya.

“Untuk 18 pendaki yang belum turun, ini tetap kita upayakan terus untuk pencarian, sambil kita jaga terus melihat kondisi di lapangan,” ujar Bambang.

Menurut artikel BNPB, gunung Marapi yang meletus pada hari Minggu, 3 Desember 2023 sore ini memang telah ditutup.

Tapi sampai hari ini, Gunung yang memiliki ketinggian 2.891 mdpl ini masih mengalami erupsi dengan tanda hujan abu vulkanis.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) mencatatkan bahwa erupsi terakhir yang terekam adalah pada hari Selasa, pukul 06.24 WIB.

Meski demikian, pencarian korban masih akan tetap dilakukan dengan pertimbangan keamanan kondisi lapangan. ***

penulis : Ariana Dwi Ramadhani

sumber : harianterbit.com

 

Diberdayakan oleh Blogger.