Pemulihan Ekonomi di Jambi, Lewat Promosi Wisata Berbasis Sejarah

Salah satu produk UMKM yang mendukung pembangunan sektor ekonomi kreatif di Kawasan Kompleks Percandian Muarojambi. foto Rizal Ependi 
Kompleks Percandian Muarojambi merupakan tempat wisata berbasis sejarah. Ini dapat digali untuk pemulihan ekonomi pasca Pandemi Covid 19, dengan mendongkrak sektor ekonomi kreatif, lewat produk UMKM.

BUS ITU PENUH SESAK oleh sekitar 60 wartawan peliput kegiatan Pemerintah Provinsi Jambi, Tahun 2022. Mereka hendak melaksanakan media gathering ke tempat wisata bersejarah, di sebelah timur Provinsi Jambi. 

Tempat duduk kendaraan itu terisi penuh, setidaknya 3 unit bus bersiap berangkat dari pelataran Hotel Golden Harvers menuju Kabupaten Muarojambi, pada Senin pagi, awal Desember tahun ini.

Sekitar setengah jam perjalanan, suasana pedesaan mulai terasa. Terlebih lagi saat tiba di Desa Kemingking, tempat dimana terdapat situs purbakala  yang merupakan tempat wisata berbasis sejarah di Provinsi Jambi. 

Situs ini berada di dalam sebuah kawasan, oleh masyarakat Jambi tempat ini dikenal dengan Kompleks Percandian Muarojambi.

Lokasinya tidak begitu jauh, kira-kira setengah jam perjalanan dengan kendaraan bermotor. Tempatnya di Kecamatan Marosebo, Kabupaten Muarojambi, persisnya berada di Desa Kemingking Dalam. 

Di sini tersimpan 110 situs candi dan 85 Menapo (gundukan) yang bertengger di atas sebidang tanah seluas 260 hektar. 

"Inilah yang membuat Provinsi Jambi menjadi salah satu ikon Asia Tenggara dari sektor pariwisata berbasis sejarah", terang Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jambi, Nurahmat Herlambang, melalui Kepala Bidang  kemitraan dan Komunikasi Publik, Dinas Kominfo Provinsi Jambi, Amirzan, Senin (05/12/22). 

"Saban hari banyak turis berkunjung ke sana. Tak jarang pula datang dari manca negara, mereka datang hanya untuk berwisata", begitulah cerita Mei David (30) warga setempat. 

Menurutnya, walaupun hanya sebentar, pengunjung dapat melihat langsung bekas pusat pengembangan agama Budha pada masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya.

Situs ini berada di sebelah timur Provinsi Jambi. Jika hendak ke sana bisa pakai mobil atau sepeda motor. 

"Jaraknya sekitar 30 kilometer dari Kota Jambi. Jalan lain, dapat juga ditempu dengan menggunakan perahu ketek atau kapal kecil, menelusuri alur Sungai Batanghari", tambahnya.

Lokasi itu kini telah dijadikan kawasan situs purbakala, yang merupakan satu dari sekian banyak situs cagar budaya warisan dunia. Predikat itu diperoleh sejak diusulkan pemerintah ke UNESCO, salah satu badan PBB pada 2009 silam. 

Oleh Pemerintah Provinsi Jambi, potensi wisata di sana terus digali. Tujuannya untuk pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid 19 dengan membangun sektor ekonomi kreatif melalui pembangunan disektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

"Sektor UMKM ini termasuk dalam salah satu sektor ekonomi kreatif, yang saat ini tengah digenjot guna pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid 19", ujar Wakil Gubernur Jambi, Abdulah Sani, di pelataran Hotel Golden Harverst, Kota Jambi, Senin 5 Desember 2022 . 

Nantinya, produk dari UMKM ini dapat dipasarkan di Kompleks Percandian Muarojambi, dengan sasaran pembeli para turis lokal dan manca negara.

Sedangkan Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Sudirman menjelaskan, saat ini ada 1500 UMKM di Provinsi Jambi. Mereka telah diberikan bantuan dana sebesar Rp 20 juta dan Rp 10 juta untuk UMKM pemula. 

Bantuan dana ini disalurkan bulan Desember 2022", ujar Sudirman kepada jambiterbit.com belum lama ini. 

Berdasarkan pantauan media ini, selain mengembangkan sektor UMKM, Pemerintah Daerah Jambi terus berupaya memberikan rasa aman dan nyaman kepada para turis yang berkunjung. Tentu saja dengan terus menjaga situasi di Jambi agar tetap kondusif. (Rizal Ependi)
Diberdayakan oleh Blogger.