Pendapatan Minyak Mentah Iran Hampir Dua Kali Lipat pada Kuartal Hingga Desember

foto : ist

JAKARTA - Data kinerja ekonomi terbaru yang dirilis oleh Bank Sentral Iran (CBI) menunjukkan negara itu hampir menggandakan pendapatan minyak mentahnya pada kuartal hingga akhir Desember.

Angka-angka yang diterbitkan di situs web CBI pada hari Senin kemarain menunjukkan bahwa pendapatan minyak mentah Iran telah mencapai 14,614 miliar dolar Amerika pada kuartal ketiga tahun kalender yang dimulai Maret 2020, naik dari 8,558 miliar dolar Amerika yang tercatat pada akhir kuartal sebelumnya.

Pendapatan ekspor non-minyak mentah juga melonjak 69,3% menjadi total 19,597 miliar dolar Amerika pada kuartal hingga 20 Desember, menunjukkan tabel yang disusun oleh Departemen Riset dan Kebijakan Ekonomi CBI.

Pendapatan minyak mentah Iran mulai turun pada paruh kedua tahun 2019 setelah Amerika Serikat memperketat sanksinya terhadap negara itu setelah menarik diri dari perjanjian internasional 2015 tentang kegiatan nuklir Teheran, yang dikenal sebagai JCPOA.

Iran telah memperoleh lebih dari $29 miliar dari ekspor minyak pada tahun kalender hingga Maret 2020, turun dari lebih dari 60 miliar dolar Amerika pada tahun sebelumnya, menurut angka yang diterbitkan pada hari Senin.

Angka-angka menunjukkan bahwa pendapatan minyak telah melayang sekitar 53 miliar dolar Amerika pada tahun sebelum penandatanganan JCPOA yang menyebabkan pencabutan sanksi internasional terhadap Iran.

Lonjakan pendapatan minyak mentah pada kuartal hingga Desember 2020 konsisten dengan laporan yang menunjukkan bahwa Iran meningkatkan ekspor minyaknya akhir tahun lalu karena menemukan cara baru untuk mengatasi sanksi AS untuk menjual minyaknya ke pelanggan di Asia, termasuk ke China.

Angka terbaru oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) menunjukkan Iran secara bertahap memulihkan produksi minyak yang telah hilang karena sanksi AS dalam beberapa tahun terakhir. Negara ini memompa minyak mentah 13,4% lebih banyak pada April dibandingkan dengan Maret untuk mencapai produksi 2,614 juta barel per hari. Itu adalah kenaikan tertinggi di antara anggota OPEC, sebuah organisasi yang mempertahankan pemotongan pasokan untuk meningkatkan harga internasional.

Analis pasar minyak percaya Iran akan secara signifikan meningkatkan ekspor minyak mentahnya pada paruh kedua tahun 2021 jika menyetujui permintaan AS dan internasional untuk menghidupkan kembali JCPOA. (harianterbit.com/hermansyah)

Diberdayakan oleh Blogger.