Wartawan Spanyol Terjangkit Virus Corona


JAMBITERBIT.COM, JAKARTA -  Wartawan Spanyol yang berpergian ke Milan, Italia, bersama Valencia, positif terinfeksi virus corona model terbaru atau kini dikenal dengan sebutan COVID-19. Wartawan tersebut datang ke San Siro, Milan saat Valencia melawan Atalanta pada leg 1 babak 16 besar Liga Champions, 20 Februari lalu.

Kabar ini disampaikan oleh Las Provincias seperti dikutip dari Marca, Kamis (27/2/2020) waktu setempat. Pria berusia 44 tahun tersebut dinyatakan positif virus Corona setelah menjalani tes pertama. Selanjutnya, sampel dikirim ke kota Madrid, Spanyol, untuk dianalisis lebih jauh.


Menteri Kesehatan Spanyol, pada Kamis kemarin, mengkonfirmasi kasus virus corona kedua yang menimpa komunitas warga Valencia dan sesuai teori, kemungkinan pasien itu adalah sang wartawan.

Pasien sebelumnya mengunjungi RS Clinico Universitario de Valencia dengan gejala ringan penderita virus corona. Keterangan lebih jauh akan diberikan pemerintah pada pukul 11. 00 waktu setempat.
Saat ini, Italia memang sedang berjuang keras memerangi penyebaran  virus Corona model terbaru atau COVID-19.

Peningkatan jumlah kasus yang sangat cepat memaksa Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte mengumumkan rencana darurat, pada Sabtu malam 22 Februari 2020 lalu.
Sejumlah kota di kawasan utara Italia, seperti Lombardy dan Veneto yang dianggap sebagai wilayah paling terdampak segera dikarantina.

Pemerintah membatasi kegiatan yang melibatkan massa dalam jumlah besar, termasuk pertandingan sepak bola dan karnaval. Sampai saat ini, sesuai data yang dilansir Channel News Asia, telah terdapat 650 kasus di Italia di mana 17 orang meninggal dunia.  


Sebelumnya, empat orang pendukung Valencia juga diduga terjangkit virus Covid-19 usai menyaksikan tim kesayangannya bertanding melawan Atalanta di leg pertama babak 16 besar Liga Champions, pekan lalu. Mereka telah menjalani serangkaian tes dan diminta untuk sementara mengisolasi diri.

Seperti dilansir Marca, langkah ini diambil setelah keempat suporter itu mengalami gejala terinfeksi virus corona model terbaru atau COVID-19 sepulang dari Milan, Italia. Hal ini seperti disampaikan oleh pemerintah daerah lewat sub-direktur jenderal Epidemiologi, Hermelinda Vanaclocha, Selasa kemarin.

"Langkah pertama yang kami lakukan adalah berbicara kepada mereka," kata Vanaclocha.
"Lalu kami melakukan studi Epidemiologi untuk memastikan berapa lama mereka di Milan, ketika gejalanya pertama kali muncul dan seperti apa mereka dan dari sana kami akan menentukan apakah mereka perlu menjalani pengujian lebih lanjut atau tidak," beber Vanaclocha menambahkan.

Sumber: Marca, Channel News Asia
Disadur dari: Liputan6.com (Marco Tampubolon/Edu Krisnadefa, published 28/2/2020)
Diberdayakan oleh Blogger.